Komite Kebijakan Sektor Pendidikan dan Ketenagakerjaan

Tentang SELARAS

Menyelaraskan pendidikan dan dunia kerja.

Komite Kebijakan Sektor Pendidikan dan Ketenagakerjaan, inisiatif strategis untuk memperkuat sinergi kebijakan kependudukan, pendidikan, dan ketenagakerjaan.

Latar belakang

Bonus Demografi adalah peluang.

Besarnya jumlah penduduk usia produktif merupakan peluang pembangunan yang harus didukung oleh pendidikan berkualitas, kompetensi yang relevan, produktivitas tinggi, dan kesempatan kerja yang layak, menuju Indonesia Emas 2045.

Namun Indonesia masih menghadapi tantangan mismatch antara kebijakan pendidikan dan kebutuhan dunia kerja:

  • 01Kesenjangan bidang keahlian lulusan dengan kebutuhan industri
  • 02Ketidaksesuaian kompetensi dengan tuntutan jabatan
  • 03Keterbatasan pengalaman kerja lulusan
  • 04Perubahan kebutuhan keterampilan akibat transformasi teknologi dan ekonomi

Tujuan

Mendorong integrasi perencanaan pendidikan, pengembangan kompetensi, kebutuhan industri, dan dinamika pasar kerja melalui kebijakan yang terkoordinasi, antisipatif, dan berbasis data.

Peran anggota komite

Siapa melakukan apa.

  • Logo Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN

    Kemendukbangga/BKKBN

    Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN

    Profil kependudukan, dinamika keluarga, struktur umur, dan potensi Bonus Demografi sebagai dasar perencanaan SDM.

  • Logo Kementerian Ketenagakerjaan

    Kemnaker

    Kementerian Ketenagakerjaan

    Kebutuhan pasar kerja, pelatihan, sertifikasi, penempatan, dan kualitas pekerjaan.

  • Logo Kementerian Perindustrian

    Kemenperin

    Kementerian Perindustrian

    Pemetaan kebutuhan kompetensi industri manufaktur dan hilirisasi.

  • Logo Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

    Kemendikdasmen

    Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah

    Relevansi pembelajaran, pendidikan vokasi, serta kesesuaian kompetensi lulusan.

  • Logo Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

    Kemdiktisaintek

    Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi

    Pengembangan SDM terampil, riset, inovasi, dan teknologi.

  • Logo Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

    KESDM

    Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

    Identifikasi kebutuhan kompetensi sektor energi dan pertambangan.

  • Logo Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM

    Kemeninveshil/BKPM

    Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM

    Menghubungkan proyeksi investasi dan pengembangan industri dengan kebutuhan tenaga kerja.

Ruang lingkup sinergi

  1. 01Pertukaran data

    Data kependudukan, pendidikan, dan pasar kerja dipertukarkan antar kementerian/lembaga.

  2. 02Proyeksi kebutuhan tenaga kerja

    Menyusun proyeksi kebutuhan tenaga kerja sesuai arah investasi dan hilirisasi.

  3. 03Pemetaan kesenjangan kompetensi

    Memetakan gap antara kompetensi lulusan dan tuntutan pekerjaan.

  4. 04Penyelarasan pendidikan & pelatihan

    Program pendidikan dan pelatihan diselaraskan dengan kebutuhan pembangunan.

  5. 05Evaluasi kebijakan berkelanjutan

    Kebijakan dievaluasi secara berkala sesuai kewenangan masing-masing.

Indikator keberhasilan

  • ✓Meningkatnya relevansi pendidikan
  • ✓Kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan pekerjaan
  • ✓Transisi lulusan menuju dunia kerja yang lebih baik
  • ✓Peningkatan produktivitas
  • ✓Perluasan akses pekerjaan yang layak dan berkelanjutan

SELARAS bukan sekadar upaya mengurangi mismatch, melainkan strategi untuk mengubah potensi penduduk usia produktif menjadi kekuatan ekonomi yang bernilai tambah, meningkatkan kesejahteraan keluarga, dan memperkuat daya saing Indonesia.

Menyelaraskan Pendidikan, Kompetensi, dan Kebutuhan Dunia Kerja untuk mewujudkan SDM unggul Indonesia Emas 2045.